Ya Allah,
Sahabat saya tak seperti sahabat Nabi
Sahabat Nabi setia di sisi,
Sahabat saya datang dan pergi.
Ya Allah,
Saya muhasabah, menerawang sendiri,
Dari kecil ke saat ini,
Ramai sudah bertandang di hati,
Ramai juga yang datang dan pergi.
Ya Allah,
Sahabat ketawa, saya gembira,
Sahabat sayu, saya syahdu,
Sahabat layu, saya pilu,
Sahabat cemerlang, saya gemilang.
Ya Allah,
Kawan saya, sahabat saya,
Rahmati kami meniti usia,
Terpisah kami di alam nyata,
Temukan semula di taman syurga.
Ya Allah,
Sahabat saya, buah hati saya,
Mesra kami penawar duka,
Rindu kami menambah cinta,
Rajuk kami membuah ceria.
Ya Allah,
Silaturrahiim kami, ukhwah fillah,
Bermusuh kami, na`uzubillah,
Berpisah mati, inshaAllah,
Pengubat hati, do`a rabitah..
Continue Reading...
Blog aku gimana sahabat ?
Calender
Jumat, 04 September 2009
Puisi Sahabat
Diposting oleh
izzoel
di
01.23
0
komentar
Bayang Semu
Di saat langit
Tak lagi meneteskan
Air matanya ...
Di saat awan
Kembali Menutup langit
Di senja yang sepi .....
Di saat itulah
Q Slalu menunggu Bayangmu
Sebuah bayangan maya
yang slalu menemani senja sepiku
Sekian lama Q mencari sebuah hati
yang kurindukan
Skian lama Q menanti
Bayangmu yang slalu ku impikan
Ketika musim berganti
gugusan anginpun ranum menitikkan
tetes hujan pertama
Q coba tuk tetap
Menanti bayangmu yang slalu
Ada dlam stiap hela nafasku
Dan Q tetap Menatap
Merangkai Mimpiku
Yang ku ukir di temaram langit
Continue Reading...
Diposting oleh
izzoel
di
01.12
0
komentar
Label: Puisi
Selasa, 28 April 2009
Tentang Sahabat
Ingatlah Teman - Teman ... !!!!
kita tidak akan bisa memiliki sahabat
jika mengharapkan sahabat yang tidak pernah berbuat kesalahan. justru persahabatan akan ada jika kita berprinsip "SALING MENUTUPI KEKURANGAN YANG KITA MILIKI"
artinya, didalam persahabatan dua insan atau lebih pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. coba perhatikan sebuah pohon bunga. pohon bunga itu suatu hari akan kekurangan gizi akan layu. kekurangan air, kekurangan cahaya. pohon bunga itu tidak akan bisa tumbuh subur tanpa air, tanpa pupuk, tanpa perlakuan dari tangan manusia. pohon bunga itu akan subur jika di beri pupuk, disiram air setiap pagi dan sore, dan tidak akan bisa mendapatkan pupuk dan air jika tak ada campur tangan manusia. tapi tidak selamanya pupuk dan air itu bisa menyuburkan pohon bunga itu. kadang kala air dan pupuk itu akan menjadi malapetaka bagi pohon bunga itu. tapi biar bagaimanapun kondisinya pohon bunga itu tetap membutuhkan peran serta dari pupuk, air dan peran serta perlakuan manusia. begitulah gambaran sekilas persahabatan yang saya tau.
kesimpulannya
terimalah segala kekurangan dan kelebihan sabahat mu itu. jangan karena dia membawa noda sekecil titik pena lalu kau tinggalkan dia. karena anda sendiri belum tentu bersih dari noda kesalahan, coba tempatkan diri anda sebagai sahabat yang pernah berbuat kesalahan, apa yang anda rasakan?
tentunya merasa bersalah, sedih, tak bisa memaafkan diri sendiri, merasa kehilangan, menyesal, dan yang paling sedinya lagi jika sahabat itu tak mau memaafkan atas kekhilafan yang kita perbuat.
sekali lagi.....
BERSAHABATLAH BUKAN KARENA KELEBIHANNYA SAJA
TAPI TERIMALAH DIA KARENA SEGALA KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA
KARENA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNAH
Dan ingat!!!!!!!!!
penyesalan selalu datang terakhir
jadi jangan sampai anda menyesal karena sabahat anda telah melakukan kesalahan. walau itu kesalahannya sekecil titik pena.
Continue Reading...
Diposting oleh
izzoel
di
04.37
0
komentar
Label: Artikel
Sabtu, 11 April 2009
Mempereat Tali Persaudaraan
1. Mulai dari Diri Sendiri. Tidak akan terjadi perubahan apapun jika kita memulai perubahan dengan cara selalu menuntut orang lain melakukan sesuatu. Segalanya harus dimulai dari diri sendiri. begitu pula dalam merajut benang ukhuwah, mulailah dari dirisendiri.
2. Awali dengan Mengoreksi Diri Sendiri. Kita harus benar-benar mempelajari tingkah laku diri sendiri. Siapa tahu kita termasuk perusak ukhuwah, baik secara sadar ataupun tidak.
3. Buat Program Perbaikan Diri. Cara yang paling efektif untuk mengubah orang lain adalah dengan bersungguh-sungguh dan gigih memperbaiki diri. Sebetulnya, dari pada terlalu banyak berkata, perjuangan kita untuk mengubah diri, sudah merupakan berjuta nasihat yang lebih bermakna dan berkesan bagiorang lain.
4. Berhentilah Bicara Tentang Keburukan Orang Lain. Mulailah berhenti menikmati pembicaraan yang menilai buruk saudara seiman, atau organisasi (partai) milik umat islam lainnya. Seklai lagi, tahanlah diri ini dari berkomentar buruk. Apalagi mengolok-olok dan mencerca orang berbeda pendapat dengan kita.
5. Belajar Mengakui Jasa, Kebaikan, dan Prestasi Orang Lain. Milikilah keberanian untuk jujur dan adil dalam menilai orang lain. Belajarlah untuk mengenang dan mengakui jasa serta prestasi orang lain.
6. Maafkan dan Lupakan Kesalahan Orang Lain. Marilah kita berlatih untuk selalu dapat berlapang dada, terutama menyikapi perilaku saudara seiman. Mari kita membiasakan diri untuk menyederhanakan masalah, menghemat energi, danpikiran. Jangan membiasakan diri untuk melebih-lebihkan atau mendramatisisr rasa sakit hati. Belajarlah untuk memaafkan saudara si\endiri dan bersegera untuk melupakan kesalahannya, bagai menutup sebuah buku dan membuka halaman baru yang bersih. Sibukkan diri dengan hal-hal yang lebih bermanfaat.
7. Tingkatkan Silaturrahmi. Hikmah dari sikap Nabi Muhammad SAW yang selalu berbeda jalan ketika berangkat dan pulang dari masjid, adalah karena setiap waktu beliau ingin selalu memperbanyak silaturrahmi dengan umatnya. Jika kita mengetahui kedahsyatan silaturrahmi, niscaya sepanjang waktu kita pasti ingin selalu bersilaturrahmi. Silaturrahmi yang baik akan menambah dan mempererat tali persaudaraan, menambah wawasan, dan memperkokoh kekeuatan Ukhuwah.
8. Saling Berkirim Hadiah. Jika ada seseorang memberi sesuatu barang yang bermanfaat, umumnya kita akan senang dan merasa berhutang budi. Kita juga akan cenderung lebih memaafkan dan mempererat hubungan. Oleh karena itu, kita harus memiliki program pengadaan dana untuk membeli hadiah untuk orangtua, tetangga, kawan dekat, dan siapapun yang kita harapkan dapat bersinergi dlaam ukhuwah.
9. Jauhi Perdebatan, Walaupun Benar. Jujur saja, sebetulnya perdebatan yang banyak terjadi tampaknya bukan dilakukan karena sedang mencari kebenaran. Akan tetapi lebih dekat ke tujuan untuk mencari kemenangan bagi pendapat sendiri. Hal ini tampak dari cara dan bentuk percakapannya yang cenderung penuh dengan kata-kata saling berbantahan. Ditambah lagi dengan emosi yang tinggi, kalimat yang saling menyerang dan berbau permusuhan, menu\yudutkan dan jauh dari kajian ilmiah yang penuhnetika. Jika kita berada di situasi yang tidak sehat eperti tiu, sebaiknya kita segera menghindar. Sikap seperti itu bukan berarti kita menghindari kebenaran, melainkan menghindari peluang bangkit dan berkobarnya suasana permusuhan. Berpoalinglah,m dan cari topik bahasan lain yang lebih mempersatukan umat.
10. Mendahului Teguran, Mengucapkan Salam, Bersalaman dengan Ramah dan Tulus. Orang yang terlebih dahulu mengucapkan salam, akan mendapat pahala yang lebih daripada orang yang menjawab. Akan tetapi, itu bukan suatu kejelekan bagi yang menjawab. Hikmahnya adalah, adanya keinginan untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan dan saling berlomba-lomba untuk mengucapkan salam terlebih dahulu.
11. Berbelanjalah Kepada Sesama Umat Islam. Harus disadari bahwa setiap berbelanja, kita pasti akan memberikan keuntungan kepada pedagangnya. Maka itu pengorbanan kita ketika melangkah ke toko ,milik umat islam, dengan niat memberi keuntungan dan memajukan umat, akan menjadi kebaikan yang berlipat. Karena kalau pedagang itu berzakat, maka uang itu akan kembali ke umat.
12. Perbedaan Adalah Kekuatan. Bangunan bisa menjadi kokoh dan indah karena terdiri dari beragam jenis bahan baku berbeda-beda. Maha suci Allah yang menciptakan aneka perbedaan ini sebagai sarana untuk membuat sesuatu menjadi lebih indah, kokoh, danm bermanfaat.
13. Siap Untuk Berbeda. Masalah sangat besar yang terjadi dalam diri umat islam adalah sebelum adanya kebiasaan untuk menyikapi pandangan dan pendapat. Sikap mental ini begitu melekat sesuai dengan budaya feodal yang selama berabad-abad telah membelenggu peradaban kita.
14. Hargai Perbedaan. Jika sangat ingin dihargai, maka hal yang samapun diinginkan oleh orang lain. Artinya, jika ada seseorang yang sangat gigih mempertahankan pendapatnya, bukan berarti dia menantang kita untuk bermusuhan.
Cari Persamaan. Bagi kita yang serba terbatas ilmu dan pengetahuan ini, sebaiknya dengan sesama umat islam kita lebih mendahulukan untuk mencari titik persamaan.
15. Bahaslah Perbedaan dengan Sikap yang Dewasa. Niat yang lurus untuk mencari kebenaran disertai rasa sayang; merasa besaudara seiman; cara berbicara yang sopan serta sikap yang santun; kemampuan mendengar dengan baik, disertai kesanggupan menjelaskan secara baik, bijak, dan dilandasi ilmu yang benar, akan membuat suasana sinergi yang saling melengkapi, saling mencerdaskan, dan saling menguatkan.
16. Jangan Menonjolkan Diri. Lihatlah sebuah bangunan. Ia dapat berdiri kokoh karena terdiri dari gabungan beragam elemen, yang masing-masing “sadar posisinya, dan tidak saling menonjoilkan”.
17. Kesuksesan Kita adalah Mensukseskan Orang Lain. Ukuran kesuksesan seseorang dapat dilihat dari jumlah orang-orang yang bisa sukses karena usaha dan bantuannya. Kunci sukses seorang pemimpin adalah, seberapa banyak pemimpin-pemimpin baru yang dilahirkannya, dan lebih baik dari dirinya. inilah konsep kesuksesan menurut islam.
Sumber : Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qalbu. By : Abdullah Gymanstiar.
Continue Reading...
Diposting oleh
izzoel
di
02.20
0
komentar
Label: Agama
Seni Mengkritik
Hal Mendasar dan sangat penting untuk selalu kita ingat adalah, camkan pada diri sendiri bahwa kita menginginkan perubahan, Esensinya, kita mengharapkan bahwa orang yang kita kritik akan berubah kehidupannya menjadi lebih baik. Maka, yang patut diperhatikan sebaik-baiknya adalah :
Niat Harus Ikhlas. Jangan sekali kali merasa diri lebih tinggi atau lebih hebat, kesombongan akan mengakibatkan mutu kalimat dan kata-kata yang terucap oleh lidah, menjadi rendah dan bernada menggurui, bahgkan merendahkan.
Perhatikan Situasi dan Kondisi. Orang yang sedang gembira akan berbeda sikapnya saat menerima kritik, dengan orang yang sedang berduka. Orang yang sedang berduka biasanya lebih sensitif dan peka ketika menerima kritik, kemungkinan besar ia akan lebih mudah tersinggung.
Perhatikan Cara Mengkritik. Hal pertama yang harus diperhatikan saat mengkritik dan mengoreksi orang lain adalah jangan emosional. Jangan memperturutkan hawa nafsu dan kemarahan. Amarah akan membuat perkataan yang disampaikan menjadi tidak jelas. Selain itu, kalimat kita akan penuh resiko untuk menimbulkan kesalahpahaman.
Jangan pernah mengkritik di depan orang banyak. Pantangan dalam memberi kritik atau koreksi adalah, jangan sekali-kali mengkritik orang dihadapan orang banyak. Mengapa ? Hal itu tidak akan diartikan sebagai nasihat. Melainkan, dimaknai sebagai upaya mempermalukan dirinya, sehingga selama me4ndengar kritik atau nasihat kita, orang yang bersangkutan lebih sibuk menahan arasa malu; repot menghadapi perasaan tertekan. Mungkin saja ia akan merasa sakit hati atau bahkan dendam.
Siap untuk Ditolak. Kita harus siap bahwa yang kita koreksi belum tentu menerima koreksi tersebut. Bisa jadi ini karena cara kita yang kurang bagus. Atau mungkin, ini karena dia memiliki persepsi yang berbeda terhadap apa yang kita anggap layak untuk dikoreksi.
Jangan Merasa Berjasa. Ujian bagi kita adalah ketika orang yang kita koreksi ternyata mau mengubah dirinya sesuai yang kita anjurkan dan menjadi sukses! Andaikata kita merasa ujub-bahwa itu karena jasa dan kebaikan kita- maka ini menunjukkan bahwa yang sebenarnya yang layak untuk dikoreksi adalah : diri kita sendiri!
Sumber : Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qalbu. By : Abdullah Gymanstiar.
Continue Reading...
Diposting oleh
izzoel
di
02.17
0
komentar
Label: Agama
