Cerita ini sengaja aku tulis untuk sekedar berbagi dengan para pembaca tentang curahan atau kegelisahan sahabatku yang kemarin berbagi cerita tentang rencana masa depannya kepadaku.
Curahan hati itu pun sebenarnya tidak sengaja terkuak olehku. Awalnya Dia tidak mau cerita tentang kegundahannya itu. Tapi setelah aku korek terus menerus akhirnya Dia mau juga berterus terang. Awal mulai cerita inipun sebenarnya tidak sengaja. Waktu itu aku iseng-iseng aja nanya tentang hubungannya dengan pacarnya. Dia hanya menjawab baik-baik aja dan cukup terkendali. (macam betul…ja tu bahasanya terkendali,hehe..)
Dia bercerita panjang lebar tentang hubungannya saat ini bersama pacarnya. Bahkan saking panjangnya, aku sampai tertidur mendengarnya. (nggak ding, bo’ong. Cuma ke lelap dikit..). Dari sekian panjang ceritanya , diakhir cerita dia berkata “tapi saat ini aku lagi dalam kebimbangan besar”. Lantas aku pun bertanya “emang ada masalah apa????”. Yah..seperti yang aku bilang sebelumnya , dia nggak terbuka kepadaku. Dia hanya mengatakan “udahlah, biar aku sendiri yang menyelesaikannya. Ini terlalu pribadi rasanya..”. tetapi dasar aku orangnya penasaran, yah aku terus aja menanyainya sampai-sampai akhirnya dia mau berterus terang..(salah sendiri udah bikin aku penasaran, yo tak buru sampai jelas beritanya.hehehe..)
Kemudian dia bercerita tentang kejelasan masa depan dari hubungannya dengan pacarnya. Sekedar informasi aja, temanku ini merupakan penganut aliran Long Distance Relationship (agama kali..penganut) atau bahasa kitanya Pacaran Jarak jauh.. dia telah berpacaran dengan pacarnya ini lebih kurang 7 tahunan lah..udah lama juga ya ternyata?!
Kembali ke pokok cerita, dia mengatakan bahwa pacarnya ini menuntut kejelasan dari hubungannya ini..apakah ada keseriusan atau hanya kesenangan belaka..???????????? (eh, kebanyakan ya tanda tanyanya?hehe..biar lebih dramatisir gitu..). Nah, dia menjawab bahwa dia serius..tapi si cewek ternyata butuh bukti..bukan hanya omongan dimulut saja..temanku ini pun langsung jawab “Dulu..untuk menyatukan 2 hati orang anak manusia, itu pun hanya butuh kepastian dari 2 orang itu juga.. Tapi ini mau menyatukan 2 keluarga besar..dan itu butuh kepastian bukan dari 2 orang..tapi 2 keluarga..”. aku yang mendengar dari tadi pun ikut respon, “bener itu bro, untuk mengikat hubungan lebih serius, memang harus dengan perencanaan yang matang..”. Dia pun berkata lagi “ya itu dia..Cuma yang jadi permasalahan, keluarganya dia terus menuntut kepadanya apakah hubungan yang terus dipertahankan selama ini akan bener-beneran terjadi apa nggak..? jangan-jangan Cuma capek menunggu doang..”. aku pun merespon,”bener juga tuh”. Trus temenku ngomong lagi, “ah..loe ini, dari tadi benar betul, benar betul mulu. Nggak ada solusi..”. hehe..betul juga ya?! (eh, masih ngomong betul lagi, sorry sorry…)
Karena dibilang nggak ada ngasih solusi, aku pun tertantang untuk memberikan solusi. Kemudian aku bertanya, “hubunganmu kan udah disetujui oleh kedua belah pihak keluarga, trus apa yang membuatmu belum siap??”. Dia pun berkata,”secara bathin aku siap. Tapi untuk ngomong ke keluargaku aku yang belum siap..karna orang tuaku pernah memberikan statement klo pacarku mau menjadi bagian dari keluargaku, dia harus mau menunggu sampai waktunya itu tiba..”. trus aku bertanya,”emang kapan waktunya itu tiba?” Dia pun menjawab,”yah..sampai aku nanti lulus kuliah dan dapat kerja. Lagian aku juga nggak mungkin ngeduluin kakakku. Lha, kakakku aja belum nikah, kok aku yo mau nikah duluan..”. trus aku pun bertanya lagi (dari tadi nanya mulu ya?kapan solusinya??sabar..dibaca ja ampe habis..hehehe..),”trus kenapa nggak tunangan aja dulu..??”. dia pun menjawab,’nah..itu dia masalahnya, aku itu nggak berani saat ini untuk ngomong ke orang tuaku..lulus kuliah aja belum, kok udah mikirin tunangan. Bisa-bisa aku di coret dari daftar keluarga..” aku pun bertanya lagi,”trus kamu udah bilang hal seperti ini kepada pacarmu?”. Dia pun menjawab,”udah..tapi dia tetap bersikeras bahwa dia butuh kejelasan akan hubungan mereka..”.
Wah..cukup pelik juga ya? Disatu sisi udah ditagih oleh keluarga pacarnya, disisi lain belum berani ngomong kekeluarganya. Emang kasihan tuh sahabtaku.hehe..
Oleh karena itu, dengan bijaknya aku pun berkata,”oh…ya sudah..kamu sabar aja dulu..mungkin pacarmu begitu karna dia saat ini lagi tertekan oleh keluarganya..kamu banyak-banyak aja berdoa semoga kamu diberi jalan keluar..”. (hehehe..ternyata solusinya cuma begitu doank. Anak bayi juga bisa kali ya kek gitu..?! emang sich..tapi yang penting kan ada masukan dikit..hehe..)
Nah..cukup sekian ceritanya..sekedar informasi lagi, alasan lain aku memposting ini di blogku..sekalian berharap moga-moga aja pembaca mempunyai solusi yang cukup bagus untuk sahabatku ini..solusi atau tanggapan yang pembaca berikan tentunya akan sangat berguna baginya nanti..mau toch para pembaca ikut berbagi solusi??? (hehe..macam ada yang baca..aja ini blog).
Ya sudah..aku tunggu yo solusi dari pembaca sekalian..!! Dan Hatur Nuwun…atas attention nya..
Blog aku gimana sahabat ?
Calender
Rabu, 31 Desember 2008
Curahan Hati Seorang Sahabat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar